um'at, 23 April 2010 , 05:44:00
PONTIANAK. Memperingati Hari Bumi Sedunia, beberapa komunitas peduli lingkungan di Kota Pontianak membagi-bagikan bibit pohon kepada pengguna jalan protokol.
Ketua Panitia Peringatan Hari Bumi Sedunia Mahasiswa Hukum Pencinta Alam (Makumpala) Universitas Tanjungpura Lanang Bagus Prasetyo mengatakan, aksi bagi-bagi pohon dan pamflet tersebut dilakukan untuk memberikan pesan kepada masyarakat di Kota Khatulistiwa agar menanam demi menjaga keseimbangan alam.
“Kami dalam aksi ini membagikan sebanyak 500 buah bibit pohon, terdiri dari 200 bibit pohon mahoni, 200 buah bibit pohon tanjung dan 100 buah bibit pohon cempedak,” jelas Lanang.
Dikatakan Lanang, aksi yang digelar bersama 39 anggota Makumpala Untan ini didukung penuh Dekan Fakultas Hukum Untan Garuda Wiko. “Selain itu kami juga didukung oleh Dinas Perkebunan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak melalui bantuan bibit yang kami bagikan ini,” ungkap Lanang.
Selain membagi-bagikan bibit pohon kepada para pengguna Jalan A Yani, Makumpala Untan juga melakukan aksi membuat baligo besar sebagai tanda memperingati Hari Bumi. “Baligo selebar 6 x 8 meter tersebut merupakan bantuan dari fakultas sebagai dukungan,” jelas Lanang sambil menunjukkan baligo yang terpasang di Tower Air milik PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak.
Baligo bertuliskan “Dalam Rangka Memperingati Hari Bumi Sedunia 22 April 2010, Mari Kita Hijaukan Kembali Bumi dengan Menanam Pohon Mulai Dari Diri Sendiri Detik Ini di Bumi Khatulistiwa” tersebut dipasang oleh tiga orang srikandi Makumpala Untan, yaitu De Merli Sunartri, Yuli Novita dan Gierda Prastika.
Sementara itu, di Bundaran Untan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Sylva Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Untan) pun melakukan aksi bagi-bagi pohon kepada para pengguna jalan. Selain membagi-bagikan pohon dan selebaran tentang pemanasan global, juga digelar aksi treatrikal sambil mengitari Tugu Digulis Untan dan menggelindingkan replika bumi. Aksi ini mendapat sorotan hangat dari warga yang melintas di jalan, karena disertai dengan orasi yang mengajak menyelamatkan bumi dengan menanam pohon.
Salah seorang mahasiswa Untan, Yani mengatakan ia sangat bangga dengan aksi mahasiswa Untan tersebut. Menurutnya, dengan mengingatkan Hari Bumi untuk menjaga alam merupakan hal yang langka. “Jarang-jarang anak muda mau ingat dengan alam. Biasanya hanya demo-demo saja,” jelas Yani.
Dalam aksi yang dipimpin Radius Welly tersebut, mereka mengajak masyarakat untuk berbenah diri dan lingkungan serta menjaga kelestarian hutan dan lingkungan. (ian)
Jadilah sahabat bumi
Home, MYSQL
Sat 2008 at 8:43 am by Yustian M
Jadilah sahabat bumi
Artikel ini diangkat atas referensi dan inspirasi serta ajakan dalam lomba desain web yang diadakan Kompetisi Website Kompas MuDA – IM3 dengan website www.mudaers.com. Semoga dengan kompetisi ini dapat menggugah para anak muda indonesia agar lebih kreatif dan lebih peduli akan bumi yang mulai tidak bersahabat dengan manusia.
Sekarang ini bumi semakin tidak bersahabat terlebih lagi para manusianya makin tidak bersahabat diantara sesema. Dimana terdapat perang disana sini. So bagaimana dengan kamu dan saya? Kita berharap bumi yang indah ini tidak rusak oleh ulah kita kan. Jadi kita dapat memulai menjadi sahabat bumi dengan hal – hal kecil dilingkungan sekitar kita. Upaya-upaya yang dapat mencegah Global Warming pada lingkuan di sekitar rumah, mulai dari kamar mandi, dapur, kamar tidur, ruangan santai, desian rumah, cara membaut sumur endapan dan lain sebagainya. Beberapa contoh upaya-upaya yang bisa kita lakukan adalah :
* Memahami kondisi cuaca dan pergerakan angina sebelum beraktivitas, seperti melaut, berkendaraan, bepergian dan lain sebagainya
* Penyesuaian pola taman yang mengikuti perubahan musim
* Tidak menggali tanah yang miring di lereng bukit atau gunung atau mencegah longsor.
* Bagi yang bertempat tinggal di dekat pantai, agar mewaspadai pasang air laut.
* Membudayakan hidup bersih dan membiasakan membuang samapah pada tempatnya untuk mencegah banjir karena tersumbatnya aliran air
* Membuat bak atau kolam untuk menampung hujan dan membuat sumur resapan
DHINATACOM
Blogger Bisa Menjadi Sahabat Bumi.Menurut Kamu, siapa yang bisa menjadi sahabat bumi? Apakah itu seseorang yang merawat lingkungan dengan menanam banyak pohon? Apakah itu seseorang yang membersihkan bumi dari pencemaran lingkungan? Ya, mereka bisa disebut sahabat bumi. Tapi tahukah Kamu bahwa jika Kamu seorang blogger, Kamu juga bisa menjadi sahabat bumi?
Saya jadi ingat sekitar 1 tahun yang lalu ketika sedang gencar-gencarnya kampanye Global Warming di Indonesia dan juga di dunia. Banyak yang mengatakan bahwa salah satu penyebab terjadinya global warming adalah banyaknya masyarakat yang tidak lagi menjadi sahabat bumi. Maka dimulailah kampanye dengan membuat poster, flyer, iklan-iklan serta cara dan media lainnya yang digunakan untuk mengajak masyarakat untuk menghemat energi dan “Go Green”.
Tapi tahukah Kamu bahwa pada saat itu juga, banyak dari blogger Indonesia sedang menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan. Misalnya seperti yang dilakukan oleh Deddy Andaka, seorang dokter dan juga blogger asal Bali yang menulis artikel-artikel tentang global warming. Deddy menulis artikel tersebut pada saat ketika delegasi-delegasi negara di KTT Climate Change yang diselenggarakan di Bali sedang berkumpul untuk membicarakan masalah dunia tentang global warming.
“Bila kesepakatan antar delegasi negara tersebut belum klop, apakah kita hanya berdiam diri?” begitu kata Deddy. Menyadari bahwa harus ada yang memulainya, maka dibuatlah artikel-artikel Global Warming Series seperti Blogger Indonesia Peduli Global Warming, Kampanye Global Warming, Seperti Apa?, Dampak Pemanasan Global terhadap Kesehatan dan Langkah Kecil Mencegah Bahaya Besar (Global Warming).
Apa hasilnya? Puluhan blogger lainnya ikut menulis dengan topik yang sama dan mengingatkan kembali satu sama lain untuk kembali menjadi sahabat bumi. Meskipun tidak secara langsung ikut ‘turun kejalan’ untuk bertindak secara langsung merawat bumi, seorang blogger bisa menjadi penggerak satu sama lain melalui tulisan-tulisannya. Dan sebagai seorang blogger, ini merupakan ‘PR’ bagi kita semua.
So, bukan hanya tim Kompas MuDA (www.mudaers.com) yang seharusnya sibuk untuk mengajak orang lain menjadi sahabat bumi melalui Kompetisi Website Kompas MuDA – IM3, melainkan semua orang yang merasa tinggal dibumi :) Maka teruslah menulis artikel-artikel berkualitas untuk mengajak orang lain menjadi sahabat bumi, tidak hanya selama Kompetisi Website Kompas MuDA – IM3 berlangsung, melainkan seterusnya karena seringkali kita lebih banyak lupa dari pada ingatnya :)
Jadi… sudahkah Kamu mengajak orang lain menjadi Sahabat Bumi? ayuk





